Kamis, 15 Januari 2009

NDARA PURBO SANG MITOS DAN LEGENDA

Yogya (PR) Kang sumare ing pasareyan Karang Kabolotan di Jl.Kusumanegara Yogyakarta, yakni Raden Bekel Prawira Purbo, yang lebih kondang dengan sebutan Ndara Purbo, adalah sang mitos, sang legenda.
Sebagai mitos, apa yang ia lakukan, ia kerjakan serta tingkah lakunya, serba ajaib, serba melebihi manusia pada umumnya. Satu contoh, saat Ndara Purbo duduk dibawah jembatan kereta api, kereta api yang akan lewat menjadi mogok, menjadi berhenti mendadak. Ini aneh, ini ajaib, ini sulit diterima nalar sehat, jadi seperti antara ya dan tidak.
Lalu sebagai legenda, kendati Ndara Purbo sudah meninggal lebih dari lima puluh tahun yang lalu, sampai saat ini masih menjadi buah bibir di masyarakat, masih hidup diantara mereka yang percaya. Dan dimasyarakat Yogya, lebih-lebih yang kini berusia lebih dari lima puluh tahun, tidak ada yang tidak mengenalnya.
Lalu siapakah Ndara Purbo sang mitos dan sang legenda ini?. Juru kunci makam setempat, yakni Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Purbo Wijoyo bertutur, Ndara Purbo adalah cucu Sultan ke VI. Ia, adalah putra dari Gusti Pangeran Harya Surya Mataram Pertama, dan wafat tahun 1933.
“Dados Ndara Purbo menika wonten ing jamanipun Sinuwun kaping pitu”, jelas KRT Purbo Wijoyo.
Ndara Purbo, kendati anak seorang ningrat yang terhormat, ia hidup menggelandangan dari satu tempat ke tempat lainnya. Pakian yang dikenakanpun, tidak lebih dari seorang gelandangan yang sesungguhnya, wong Jawa bilang “tingsemboyot”. Namun pilihan mengelandang ini, ada sebab musababnya, ana jalarane.
Saat itu, ketika ia masih sebagai abdi dalem Kraton, waktu sedang membersihkan taman, ia melihat buah mangga. Kemudian, buah mangga itu ia petik, entah akan untuk apa. Yang pasti, perbuatan tersebut, diketahui Kanjeng Sinuwun Kaping VII.
Melihat perbuatan Ndara Purbo itu, Sinuwun mengatakan, “jangan diambil, ayo dikembalikan ke tempatnya”. Atas perintah ini, Ndara Purbo melempar mangga tersebut ke pohonnya. Dan astaga, mangga itu kembali ke rantingnya, persis sama seperti sebelum dipetik.
Atas hal ini, Sinuwun pun menjadi duka dan berujar, “kowe kok kaya wong edan, kaya glandangan kang ora ngerti aturan”. Sabda pendita ratu, maka Ndara Purbo pun menjadi gelandangan dan keluar dari Kraton. Sejak itu, ia hidup ditengah rakyat, ia hidup sebagai pamomong, sebagaimana Semar dalam tokoh wayang yang menjadi pamomong Pandawa.
“Karena itu, makam ini dinamakan Karang Kabolotan. Karang Kabolotan, adalah Padepokannya kaki Semar”, jelas KRT Purbo Wijoyo.
Dan selama menggelandang ini, Ndara Purbo banyak membuat “pengeram-eram”, atau bila sampeyan sarujuk, “sebut wae keajaiban”. Contohnya, saat ia klitah-klitih di pasar, embuh pasar ngendi, melihat seorang penjual dawet. Lalu ia mendekat, kemudian tangannya mengobok-obok dawet tersebut.
Ajaibnya, tidak lama kemudian, dawet itu terjual habis. Bahkan tidak hanya itu, hari-hari selanjutnya, larisnya berlipat-lipat dibanding sebelumnya. Sehingga, bakul dawet itu menjadi sugih, menjadi brewu, dan menjadi terkenal.
Cerita lainnya, pernah Ndara Purbo dikuntit terus oleh seorang perempuan. Kemudian kata Ndara Purbo, “kowe ki ngapa kok ngetutke aku terus”. Jawab perempuan itu, “lare kula niku sakit Ndara, nyuwun tombo, nyuwun obat supados mantun”. Kata Ndara Purbo sambil berlalu, “lho aku ki dudu dukun je, kana golek dukun wae”.

Jawaban demikian, tidak menyurutkan niat perempuan itu untuk terus mengikuti Ndara Purbo. Sampai suatu ketika Ndara Purbo bertanya, “ngendi to omahmu kuwi, ayo menyang omahmu”. Singkatnya, Ndara Purbo sampai di rumah perempuan tersebut.
Dan memang benar, anak perempuan itu terlihat sakit keras, sudah sentik-sentik seperti akan mati. Selanjutnya perempuan itu diperintah untuk masak air, dan meletakkan anaknya diatas sebuah meja. Ndara toyane sampun panas, sampun mateng, ujar perempuan itu pada Ndara Purbo saat air yang dimasaknya sudah matang.
“Kene. Gawa ndene banyune”, jawab Ndara Purbo. Perempuan itu pun, segera membawa air panas tersebut pada Ndara Purbo. Saat air panas itu sudah dalam tangan Ndara Purbo, tanpa wigah wigih, air itu disiramkan pada bocah yang terbujur sakit, yang sudah sentik-sentik seperti akan mati. Eloknya, bocah bersangkutan seperti terkejut, lalu bangun, turun dari meja, berlari dan sembuh.
Ngandel ora sampayen?. Rangandel rapapa, bebas kok, pokoke sakarep sampeyan dewe. Yang pasti, sampai saat ini, makam Ndara Purbo masih menjadi tempat pasujarahan yang dianggap kramat. Dan orang yang bertirakat disini, tidak hanya warga Yogya dan sekitarnya saja. Melainkan ada yang datang dari Surabaya, Semarang, Jakarta, Lampung dan tempat lainnya. Sampeyan piye, arep mrene ora, nggone ora adoh kok, mung sawetane kantor pos gede Yogya. (Ema)

5 komentar:

  1. keturunan ndoro purba itu ada ngga? kalo ada siapa saja dan hidup dimana?

    BalasHapus
  2. turunan ndoro purbo masih ada. hubungi saya 08176591781 akan saya ceritakan kebenaranya

    ndoro purbo eyang buyut saya.

    BalasHapus
  3. maaf.. saya akan sedikit meluruskan cerita tentang ndara purbo yang sebenarnya saya dapatkan dari eyang kakung saya yang bernama
    RM. SURYODININGRAT atau nama kecilnya ( RM.GUSTI PANGERAN TIMUR )yaitu anak dari NDARA PURBO.
    maaf.. saya harus sedikit meluruskan dan menceritakan kebenaran.. tolong hub :08176591781

    BalasHapus
  4. baru satu minggu ini saya baru kembali dari sarean eyang buyut saya ndoro purbo, dan saya coba bertanya kepada juru kunci makam.." dan pertanyaan saya sangat mudah," pada saat itu saya bertanya " sejauh mana anda sebagai juru kunci.., mengetahui tentang NDORO PURBO..!ternyata jawaban mereka., tdk sesuai dengan yang saya ketahui.! dan mereka pun tdk mengetahui keturunan NDORO PURBO ( GUSTI PANGERAN PURBODININGRAT )lalu karena mereka tidak dapat menjawab pertanyaan saya.., kemudian juru kunci tersebut menyarankan saya untuk ke keraton yang mengurusi DARAH DALEM" lalu saya datang ke sana.., ternyata jawaban dari DARAH DALEM pun tdk sesuai dan tidak memahami.! saya berusaha untuk berpikir positif tentang jawaban mereka.!saya hanya bingung ..!! kenapa ! dari pihak yang memahami sejarah ! ko tdk mengetahui sejarah ndoro purbo secara keseluruhan ....??? apakah memang sejarah ndoro purbo sengaja di hapuskan..??? atau apakah mereka benar benar tidak mengetahui..??? atau apakah ada politik seperti dulu terjadi..???? maaf saya atas nama keluarga besar.!! atau diri saya pribadi ! tdk ada niat saya untuk mengambil ataupun menginginkan kedudukan di jogja.! kami atau saya pribadi hanya menginginkan " BAHWA KETURUNAN PURBO ITU ADA DAN HARUS DI AKUI!!" kita tidak boleh menghilangkan sejarah !! dan saya BERSUMPAH DEMI ALLAH.!! saya hanya ingin MENEGAKAN KEBENARAN!!! Banyak yang mengakui keturunan KRATON ( DARAH BIRU ) tetapi sejatinya keturunan KRATON ( REMBESNYA MADU ) TIDAK BISA DI HILANGKAN.!! DAN MAAF.. KETURUNAN PURBO MEMPUNYAI EKONOMI SECARA LAYAK.!! JADI SAYA HANYA INGIN MENCERITAKAN KEBENARAN.!! silakan hubungi saya : 08176591781 ( RM.Ir.DAVID.N )

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada catatan Bekel purbo tdk mempunyai keturunan satu satunya anak kandungnya meninggal ketika masih kecil, tapi di kemudian hari beliau menikah lagi karena keingingan keras si calon istri, dan tdk mempunyai keturunan tetapi memungut anak

      Hapus